Tetap bergaya di era kenormalan baru


Sadarkah kita bahwa pandemi Covid-19 ini cukup berpengaruh terhadap kebiasaan kita? di balik melakukan gerakan Stay At Home beberapa bulan belakangan yang cukup membuat saya jenuh, bahkan mungkin banyak juga selain saya yang merasakannya. Bagaimana tidak bak sekejap mata semua berubah, tidak ada bermain, tidak ada berkumpul, tidak ada nongkrong atau bahkan tidak ada aktivitas kampus, Just Stay At Home and doing Study At Home. 

Well, sebenarnya kuliah bagi saya bukan sekedar mencari ilmu dan mencari teman, tapi lebih dari itu. saya bisa mengekspresikan "How do i wear what i like , and telling my friends, this is me". bagi saya dengan mempadu padankan busana saya bisa menjelaskan siapa dan bagaimana saya. bukan kepada teman saya saja tapi juga kepada orang-orang yang mungkin tidak mengenal saya sebelumnya.

Pandemi ini membuat saya benar-benar berhenti sejenak dalam berkreativitas dan mengeksplor kegilaan saya dalam dunia fashion, It's mean i just wearing t-shirt every day. no shirt, no trouser cause i'm just at home. 

Setelah merasa jenuh dengan semua itu akhirnya tepat pada hari Idul Fitri beberapaa waktu lalu, saya memutuskan untuk solat ied di lingkungan masjid komplek, tentu setelah ada imbauan diperbolehkan untuk ibadah seperti biasa tetapi tetap dengan protokol kesehatan. momen ini pun tidak saya lewatkan begitu saja karna saya harus tetap stylish dengan gamis hitam panjang dan masker kain.



Walaupun tidak ada mudik tahun ini, bukan berarti tidak bersilaturahmi ke sanak saudara yang berada di Jakarta ya. karena di hari pertama Idul Fitri pun saya mengunjungi rumah keluarga yang memang masih tinggal di satu komplek. tentu dengan protokol kesehatan menggunakan masker, selalu mencuci tangan dan tetap mejaga jarak. Seperti inilah penampilan saya saat itu, menggunakan outer model kimono beserta kaos biru dongker untuk dalaman, dan tak lupa celana panjang biru dongker senada dengan kaos dalaman yang saya gunakan dan list yang ada di outer kimono.

Di hari kedua lebaran, saya pun berkunjung ke rumah tetangga saya, yang kebetulan juga teman main juga. saat itu hanya menggunakan kaos oblong berwarna hitam dan tak lupa sandal jepitnya..


Hari demi hari kembali berjalan seperti biasa, dan beberapa hari lalu setelah melihat dan mendengar berita akan New Normal era atau era Kenormalan Baru, saya memutuskan untuk pergi ke salah satu restoran cepat saji, saya fikir momen ini juga pas untuk diabadikan dan melakukan hal yang sudah lama saya tidak lakukan (mix and match fashion) di era kenormalan baru.

Jadilah look seperti ini, menggunakan turtle neck berwarna hitam, celana jeans gombrong, beserta sling pouch berwarna hitam dan tak lupa sneakersnya. 

Dan baru saja kemarin saya kembali keluar rumah dan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa keperluan, lagi dan lagi ide muncul begitu saja untuk me-mix and match fashion saya hari itu

dengan menggunakan kaos kemeja hitam dengan kancing terbuka, kaos oblong hitam, waist bag senada dan sneakers. mungkin bagi banyak orang terlihat too much hanya untuk ke supermarket. tapi saya pikir ini salah satu cara saya mengobati kerinduan untuk mempadu padankan busana yang terlihat pas untuk saya.

Nah seperti itu lah bergaya ala saya di era kenormalan baru. kalau versi kalian bagaimana? share dikolom komentar ya!





Komentar

  1. sekarang kalau kemana-mana pakai masker jadinya masker adalah fashion item yang harus banget bisa bikin fashionable juga, makanya aq demen banget beli masker mulu, hihihi

    BalasHapus
  2. Aku suka ka sama fashionnya, aku juga loh suka mix n match baju lama. Nanti aku ikutan belajar ya ka sama km.hehee kecee ahh pokoknya.

    BalasHapus
  3. Gua juga kangen keluar dan kumpul dengan teman-teman. Walau selama ini selalu ada di rumah aja dan kalo keluar rumah palingan cuma saat belanjaan bulanan aja tetap dong tampilannya maksimal pake sepatu dan jaket hehehe...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Alasan kenapa Anggapann menjadi penulis blog